Risk Management untuk Saham Gorengan: Aturan Wajib Sebelum Entry
Saham gorengan adalah pisau dua mata. Tanpa risk management ia memang berbahaya — tapi dengan risk management yang ketat, volatilitas justru menjadi bahan baku cuan. Berikut 7 aturan non-negotiable di komunitas kami.
1. Maksimum 10% Modal per Posisi
Tidak peduli seberapa convinced Anda, tidak ada satu pun saham gorengan yang layak mendapat alokasi lebih dari 10% portofolio Anda. Diversifikasi adalah satu-satunya free lunch di pasar.
2. Stop Loss Wajib Sebelum Entry
Tentukan level stop loss sebelum Anda klik buy. Bukan sesudah. Bukan saat harga sudah turun dan Anda mulai “berharap”. Level stop loss biasanya 5-8% di bawah entry untuk swing, atau di bawah support terdekat.
3. Risk-Reward Minimum 1:2
Jika risk 5%, target minimal 10%. Trade dengan risk-reward di bawah 1:2 secara matematis adalah negative expectancy, sebagus apa pun analisanya.
4. Maksimal 6 Posisi Terbuka Bersamaan
Lebih dari 6 berarti Anda tidak akan bisa monitoring dengan benar. Saham gorengan butuh attention; jika tidak siap memberikan itu, kurangi posisi.
5. Jangan Average Down di Gorengan
Average down adalah strategi value investing — tidak cocok di saham gorengan. Jika thesis salah, exit. Jangan tambah modal di posisi loss.
6. Take Profit Bertahap
Pisahkan posisi menjadi 2-3 tranche. Take profit 50% di target pertama, sisanya runner dengan trailing stop. Ini memberi Anda cuan terkunci sekaligus exposure ke upside.
7. Cooling Period Setelah Loss Beruntun
Setelah 3 stop loss beruntun, berhenti trade 3 hari. Mental yang panas adalah musuh terbesar trader. Review jurnal, pelajari kesalahan, baru kembali.
Ringkasan
Aturan-aturan ini bukan teori. Inilah yang membuat member kami bertahan di market jangka panjang. Materi lengkap risk management tersedia di kurikulum Saham Gorengan Premium.